Teknologi Pertanian Baru Di Indonesia

Indonesia merupakan negara agraris sehingga dapat ditanami apa pun. Karena Indonesia merupakan negara agraris maka tak sedikit pula pengembangan teknologi yang ditujukan untuk perkembangan pertanian di Indonesia.

Tidak hanya pemerintahan saja yang mengambangkan, tetapi berbaga universitas juga ikut berkontribusi dalam mengembangkan teknologi pertanian itu sendiri. Bila pada umumnya petani Indonesia bertani dengan metode mencangkul, anai, sabit dan lain lain.

Maka dengan adanya perkembangan teknologi dibidang pertanian tersebut munculah berbagai alat seperti handtracktor, mesin penggilingan, dan juga tressure yang dapat mempermudah segala aktifitas pertanian seperti membajak, menggiling, dan memanen.

Dengan adanya berbagai kemajjuan di bidang teknologi pertanian maka secara tidak langsung juga membantu untuk mengingkatkan hasil produksi pertanian yang nantinya dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan domestic atau diekspor ke luar negeri.

youtube.com

Beberapa Contoh Nyata Teknologi Pertanian

            Berbagai penelitian pengembangan pada teknologi pertanian dilakukan oleh manusia dan tentu saja dari berbagai penilitian tersebut pasti menghasilkan berbagai macam inovasi atau pun penemuan baru. Maka dari itu berikut ini merupakan beberapa contoh nyata dari penemuan hasil penelitian yang dilakukan manusia.

  • Bibit Unggul

Semua barang pertanian Indonesia tidak lepas dari teknologi. Seperti halnya dengan adanya penemuan bibit unggul seperti bibit jangung hibrida. dan bibit durian. Bibit jangung ini memiliki jumlah biji yang banyak setiap batangnya dan jumlah jagung yang lebih banyak pada setiap pohonnya. Terlebih lagi bibit jagung ini memiliki masa tanam yang lebih singkat jika dibandingkan dengan bibit jangung biasa.

  • Pupuk Kimia

Pupuk kimia merupakan salah satu penemuan di bidang pertanian. Pupuk kimia memiliki fungsi untuk mempercepat masa tanam dan juga membuat tanaman lebih produktif dan juga dapat mengusir hama.

  • Alat Pertanian Modern

Tak sedikit para petani yang menggunakan tracktor untuk membajak sawah. Hal tersebut juga merupakan salah satu perkembangan di bidang pertanian yang dihasilkan oleh manusia. Dengan berbagai alat pertanian modern tersebut ditujukan untuk memudahkan pekerjaan para petani.

Dampak dari Teknologi Pertanian

            Banyak sekali inovasi yang terjadi pada bidang pertanian. Karena berbagai inovasi yang muncul tersebut maka banyak sekali distributor yang menawarkan berbagai produk inovasi di bidang pertanian seperti distributor NASA . Distributor ini menyediakan berbagai produk inovasi yang organis seperti pupuk, dan berbagai peralatan metode pertanian organik.

Namun tak sedikit pula distributor yang menawarkan berbagai produk inovasi pertanian yang menggunakan bahan kimia. Dari setiap inovasi tersebut juga memiliki dampak baik dan buruknya. Sama seperti perubahan lainnnya yang selalu membawa sisi negative dan positif pada lingkungan dan sosial. Untuk dampak yang dihasilkan dari berbagai inovasi terkonogi pertanian tadi adalah sebagai barikut ini.

  • Dampak Positif

Salah satu dampak positif yang dirasakan para petani karena adanya inovasi adalah hasil dari pertanian yang semakin banyak karena menggunakan bibit yang unggul dan juga pupuk kimia yang dapat merangsang pertumbuhan.

Dampak positif yang didapat dari inovasi adalah memepercepat masa kerja para petani. Hal ini memang dapat terjadi karena adanya traktor yang berfungsi untuk membajak sawah dan dimana pad acara konvensional membajak dilakukan dengan menggunakan cangkul yang memakan waktu lama. Terlebih lagi pengguna pupuk kimia juga mempercepat masa panen.

  • Dampak Negatif

Pada masa dulu penyiraman yang dilakukan pada tanaman hanya dilakukan sekali sehari saja dan hanya diberikan pupuk kompos yang berasal dari bahan alami seperti kotoran hewan.

Namun pada saat ini penyiraman harus dilakukan secara terus menerus pagi dan sore dan juga penggunaan pupuk dengan menggunakan pupuk kimia yang terdapat beberapa kandungan yang kurang baik bagi tubut.

Terlebih lagi pada masa kini semakin banyak hama yang memaksa untuk menggunakan pestidia guna mengatasinya. Namun penggunaan pestisida malah membuat sayuran yang dihasilkan tercampur dengan racun yang terdapat pada pestisida tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *