Perilaku Yang Mempengaruhi Psikologi anak

Banyak orangtua maupun lingkungan masyarakat  kurang memahami pentingnya pengawasan dan pengontrolan psikologi anak. Ada banyak dari orang tua yang melakukan aktivitas ataupun perilaku yang sebenarnya akan sangat berpengaruh pada kehidupan psikologi anak secara langsung yang membuat anak cenderung berperilaku menyimpan. Secara umum pengaruh yang dirasakan oleh sisi psikologis anak-anak ada dua. Pengaruh yang pertama adalah pengaruh yang bersifat membangun atau konstruktif. Pengaruh ini bersifat baik, dimakan tindakan atau perilaku yang dilihat maupun dialami oleh anak-anak berdampak membangun kepribadian anak menjadi lebih baik. yang kedua pengaruh yang bersifat dekonstruktif atau pengaruh yang bersifat merusak. Dimana perilaku yang dilihat anakatau diterima oleh anak akan membangun kepribadian negatif pada anak.

Psikologi Anak – Anak

Sadar atau tidak banyak tindakan dari orang tua, perilaku yang mempengaruhi psikologi anak dapat kita temui dengan mudah. Kita tentu tidak bisa melupakan bahwa anak mengalami masa meniru. Dimana mereka akan meniru setiap perilaku yang mereka lihat dan mereka terima. Sama seperti saat anak meniru cara kita makan maupun berbicara. Dan oleh karena itu ada baiknya jika kita mulai menghilangkan kebiasaan buruk maupun perilaku buruk kita didepan anak-anak. Menciptakan atmosfer yang positif akan jauh lebih baik. berikut ini adalah perilaku sehari-hari orang tua yang akan berpengaruh negatif pada psikologi anak:

  1. Kebiasaan membentak anak. Perilaku ini mungkin masih banyak dilakukan oleh aibu-ibu saat ini. Mereka masih suka mengingatkan ataupun menegur anak dengn nada yang tinggi. Hal ini sebenarnya akan membuat anak memiliki kepercayaan diri yang rendah. Kebiasaan membentak akan membuat anak menjadi terkurung dalam intimidasi kesalahan yang secaratidak langsung dilakukan oleh orang tua. Mereka akan terkurung pada ketakutan akan kesalahan yang membuat mereka tidak percaya diri dan tertutup. Untuk mengingatkan maupun menegur anak ada baiknya kita menggunakan kata-kata yang halus dan melakukan komunikasi secara personal dengan anak.
  2. Bertengkar di depan anak. Kebiasaan ini masih sangat sering kita jumpai. Sebaiknya kita mulai mengurangi kebiasaan ini karena hal ini membuat anak sulit untuk percaya pada orang lain dan menimbulkan dampak traumatis pada anak. Anak yang sring melihat orang tuanya meninggal akan cenderung bersifat tertutup dan tidak mudah percaya pada orang lai karena mindset mereka terdoktrin dengan konflik. Bahkan secara lanjut dampak lain yang ditimbulkan adalah pengalaman traumatis anak terhadap pernikahan.
  3. Membandingkan anak. Hal sering dilakukan oleh orang tua dengan dalih memotivasi anak. Namun ini sangat keliru. Karena perilaku membandingkan ank dengan orang lain akan membuat anak merasa tidak dihargai dan memiliki kepercayaan yang rendah pada dirinya sendiri. Anak akan merasa bahwa prestasi yang mereka raih tidak ada yang menghargai. Untuk memotivasi anak kita bisa menggunakan cara lain seperti memberikan reward dan punishment.
  4. Melakukan kekerasan. Mencupit anak, menjewer atau memukul anak adalah tindakan yang masih sering dilakukan orang tua saat anak rewel maupun nakal. Kebiasaan ini akan berpengaruh pada perkembangan kepribadian anak menjadi orang yang kasar dan suka kekerasan karena mereka menirukan apa yang orang tua lakukan.

 

Memiliki pemikiran yang cerdas akan membuat  kehidupan psikologi anak cenderung positif. Seperti yang dimuat di linkvazi distributor gizidat linkvazi perilaku mempengaruhi psikologis anak  positif dan negatif tergantung pada bagaimana cara dan perilaku yang dilakukan orang tua saat mendidik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *