Masjid Kauman Jogja Ciri Khas Budaya Jogja

Sebagai salah satu kota wisata sekaligus kota wisata, tenut Jogja memiliki segudang tempat wisata budaya yang wajib anda kunjungi saat berada di sana. Salah satu yang tidak boleh anda lewatkan adalah masjid kauman Jogja.

Memang saat ini sudah banyak masjid masjid unik dan baru selesai di bangun. Salah satu bagian mencolok dari masjid tentu adalah bangunan kubah. Dengan adanya kontraktor kubah masjid yang memang berpengalaman, tentu anda akan mendapatkan bangunan kubah yang unik dan indah.

Begitu juga dengan bangunan masjid kauman Jogja ini. Letaknya yang berada di area kerato Jogja tentu membuat bangunan masjid ini sangat terpengaruh dengan budaya jawa. Dari bangunan utama masjid saja sudah tampak jelas.

Bangunan dengan model joglo tersebut tentu mencerminkan budaya jawa dan sekaligus menimbulkan kesan adem dan tenang. Tentu hal tersebut sangat baik untuk rumah ibadah.

Dari atap masjid juga ada beberapa ciri khas yang memang melambangkan masyarakat kota Jogja. Pada ujung atap terdapat sebuah hiasan masjid yang bernama mustaka. Mustaka ini berbentuk seperti ahnya tutup kepala atu mahkota yang merupakan simbol dari raja.

Sama denga masyarakat jigja yang sangat istimewa hingga saat ini karena masih dipimpin oleh seorang raja yang setara dengan seorang gubernur sebagai pemimpin sebuah provinsi. Hal tersebut tentu menjadi keunikan tersendiri baik dari masid kauman jogaja atau dari masyarakat Jogja sendiri.

Berdirinya Masjid Kauman Jogja

Sebagai informasi, masjid kauman Jogja ini berdiri pada tanggal 29 mei tahun 1773. Tepatnya pada hari  minggu wage. Jika dihitung hingga tahun 2017 bangunan masjid ini sudah berdiri sejak 244 tahun yang lalu.

Tentu usia yang sangat tua dan dikatakan sebaga salah satu bangunan bersejarah. Pada saat itu terdapat tiga tokoh yang berperan penting terhadap berdirinya bangunan masjid di era Sri Sultan Hamengku Buwono ini.

Masjid kauman Jogja didirikan atas perintah Sri Sultan Hamengku Buwono I, dengan penghulu kerajaan saat itu bernama Kyai Faqih Ibrahim Diponingrat dan Kyai Wiryokusumo sebagai arsitek. Berdiri sejak 244 tahun yang lalu, tentu masjid kauman Jogja memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada awal berdirinya,

kondisi bangunan masjid termasuk pintu gerbang yang ada tidak seperti sekarang ini. Dari beberapa foto dan catatan sejarah, masjid kauman Jogja ini sudah mengalami beberap kali perluasan dan perbaikan sehingga menjadi seperti sekarang ini. Tentu saat ini bangunan tersebut selain kaya akan nilai budaya, juga menjadi kebanggaan masyarkakta kota Jogja dan sekitarnya.

Nilai Budaya Masjid Kauman Jogja

Seperti sudah anda simak sebelumnya, bangunan masjid kauman Jogja memiliki usia yang sangat panjang. Tentu hal tersebut semakin menambah nilai sejarah masjid.

Ditambah karena berada di araa keraton atau kerajaan  tentu akan menambah lagi nilai budaya yang masih sangat terjaga hingga saat ini di lingkungan keraton dan masyarakat Jogja. Dari setiap bangunan masjid yang dirancang,

masing masing banguan  memiliki makna dan arti tersendiri. Setiap detail banguan memiliki filosofi tersendiri. Seperti banguan atap masjid yang sengaja didesain dengan tiga tingkatan. Tingkatan tersebut mewakilimakna kehidupan bagi setiap manusia yaitu syariat,

hakekat dan makrifat. Mengingat pada saat itu keamanan masjid menjadi sesuatu yang penting, di luar masjid tepatnya di gerbang masuk terdapat dua pos penjagaan yang dulu digunakan oleh para prajurit dalam mangamankan masjid. Di dalam masjid juga terdapat bangunan berupa sangkar yang disebut maksura untuk mengamankan raja ketika sedang solat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *